Rabu, 11 November 2015

Sistem Pemetaan

Membuat Peta Menggunakan Kompas dan Meteran


a. Pengenalan Alat

1. Kompas

Kompas adalah alat yang digunakan untuk menunjukkan arah. Oleh karena itu, kompas sangat penting untuk kegiatan pelayaran dan penerbangan. Kompas juga sering digunakan oleh pramuka dan kelompok pecinta alam.
Kompas terdiri dari empat bagian utama, yaitu rumah kompas, jarum kompas, piringan derajat dan kawat bidik.
  1. Rumah kompas adalah tempat atau wadah untuk bagian-bagian inti kompas. Bagian-bagian inti tersebut adalah jarum kompas, piringan derajat dan kotak bidik. Rumah kompas berfungsi untuk melindungi bagian-bagian inti kompas.
  2. Jarum kompas merupakan bagian terpenting dari kompas karena bekerja sebagai penunjuk arah terutama arah utara. Jarum kompas umumnya terbuat dari baja bermagnet. Pada bagian ujung jarum yang mengarah ke utara selalu diberi warna yang mengandung zat fosfor agar mudah terkendali.
  3. Piringan derajat adalah sebuah lingkaran 360o yang dibagi menurut arah mata angin. Namun, pada umumnya piringan kompas dibagi menjadi 8 arah mata angin yang dimulai dari arah utara, yaitu sebagai berikut.
  4. Kawat bidik berfungsi untuk menepatkan pembidikan terhadap objek yang dijadikan tanda (patokan). Kawat bidik terletak di bagian tengah dari tutup kompas.
  • Utara sebanding dengan sudut 0o atau 360o.
  • Timur laut sebanding dengan sudut 45o.
  • Timur sebanding dengan sudut 90o.
  • Tenggara sebanding dengan sudut 135o.
  • Selatan sebanding dengan sudut 180o.
  • Barat daya sebanding dengan sudut 225o.
  • Barat sebanding dengan sudut 270o.
  • Barat laut sebanding dengan sudut 315o.
Salah satu jenis kompas yang umum digunakan dalam berbagai kegiatan di alam bebas adalah kompas bidik prisma. Cara menggunakan kompas bidik tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Tarik cincin pada kompas ke bawah dan masukkan ruas ibu jari tangan ke cincin tersebut.
  2. Buka tutup kompas hingga posisinya tegak lurus.
  3. Jari telunjuk sejajar dengan ibu jari dan kompas serta mengait tutup kompas bagian bawah. Sementara itu jari-jari yang lain memegang rumah kompas.
  4. Dekatkan kompas ke depan mata kanan/kiri untuk membidik sasaran.
  5. Sasaran yang akan dijadikan tanda sebaiknya dipilih benda yang jelas terlihat meskipun dari jauh, serta tidak ada benda penghalang. Apabila tidak ada benda alam untuk dijadikan patokan kita dapat membuat patokan sendiri. Misalnya tongkat yang terbuat dari kayu atau bambu. 

2. Meteran

 

Meteran yang digunakan untuk pembuatan peta adalah alat ukur panjang yang berfungsi untuk mengetahui jarak antartempat atau antartitik yang dipetakan. Panjang meteran minimal 50 meter untuk mempermudahkan pengukuran.

b. Pembuatan Peta

1. Persiapan

Sebelum membuat peta sebaiknya kita tentukan terlebih dahulu arah perjalanan atau daerah yang akan dipetakan. Paling tidak sudah ada titik atau objek yang akan dijadikan sasaran pembidikan.
Alat-alat yang perlu dipersiapkan untuk  pembuatan peta adalah kompas, meteran, tongkat, lembar pengukuran, pensil atau bolpoin, penggaris, dan busur derajat.

2. Cara Kerja

Langkah-langkah dalam pembuatan peta adalah sebagai berikut.
  1. Tentukan titik awal pembidikan dan pengukuran (anggap titik A). Titik A tersebut dapat juga menjadi titik akhir pengukuran.
  2. Berdirilah di titik A kemudian bidiklah titik berikutnya (anggap titik B). Saat jarum kompas menunjuk arah utara, sudut antara jarum kompas dan kawat bidik (sasaran) itulah yang disebut azimuth. Berdasarkan azimuth tersebut besar sudut back azimuth dapat diketahui.
  3. Ukur jarak antara titik A dan B menggunakan meteran. Akan tetapi, dalam penggambaran harus dibuat skala, misalnya 1 : 1.000. Oleh karena itu, setiap jarak 10 m di tempat pengukuran dapat digambar sepanjang 1cm.
  4. Tulislah besarnya azimuth, back azimuth, dan jarak yang telah diketahui ke dalam tabel pengukuran. Berilah keterangan tentang objek-objek yang dianggap penting dan penggunaan lahan sepanjang daerah pengukuran.
  5. Lanjutkan pengukuran tersebut ke titik selanjutnya. Apabila pengukuran hingga kembali ke titik A dapat membentuk sebuah kurva.  
   

 

 


 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar