Sepatu Kaca
Charles Perrault
Pada zaman dahulu, ada seorang gadis yang rajin bekerja bernama Cinderella. Ia tinggal bersama kedua kakak tirinya dan ibu tirinya yang kejam. Kedua kakak tirinya dua gadis yang malas. Setiap hari, mereka kerjanya hanya bersolek dan bermalas-malasan. Sementara, semua pekerjaan rumah hanya dikerjakan oleh Cinderella seorang diri.
Suatu hari, Pangeran sedang mencari gadis untuk dijadikan istrinya. Maka, ia pun mengundang semua gadis yang ada di kerajaan itu untuk datang ke pesta dansa. Hampir semua gadis di negeri itu datang kecuali Cinderella. Ini karena ibu tiri dan kakak tirinya melarangnya untuk datang.
Untunglah, Ibu Peri datang menolongnya, "jangan sedih Cinderella. Aku bisa menolongmu datang ke pesta itu!" Kemudian dengan tongkat ajaibnya Ibu Peri menyulap labu menjadi sebuah kereta kuda yang indah, menyulap empat ekor tikus menjadi empat ekor kuda, dan menyulap kadal sebagai kursinya. Terakhir, Ibu Peri Cinderella memakai gaun sutera berhiaskan emas, sepatu kaca, dan batu mulia.
"Namun, ingat kau harus pulang dari pesta sebelum jam berdentang dua belas kali. Dan, kau akan berubah kembali seperti biasa," pesan Ibu Peri.
Di pesta dansa itu, semua orang mengagumi kecantikan Cinderella. Pangeran pun langsung mengajaknya berdansa dan ketika jam berdentang dua belas kali, Cinderella langsung berlari meninggalkan Pangeran. Pangeran tak bisa mengejarnya, ia hanya menemukan sebelah sepatu kaca Cinderella yang terlepas. Kemudian untuk mencari Cinderella, Pangeran bersama pengawalnya berkeliling ke seluruh negeri untuk memanggil setiap gadis dan meminta mereka mencoba sepatu kaca tersebut.
Pangeran kemudian datang ke rumah Cinderella. Kedua saudara tiri Cinderella mencoba sepatu kaca itu, tetapi tak satu pun yang pas. Untunglah saat itu, Pangeran melihat Cinderella. Cinderella pun disuruh mencoba sepatu kaca itu. Dan, betapa takjubnya semua orang. Ternyata, sepatu kaca itu sangat pas dengan kaki Cinderella. Akhirnya, Pangeran pun menikahi Cinderella dengan pesta yang sangat meriah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar