Masa Remaja
Sebelum memasuki masa remaja, seorang anak akan melewati masa peralihan (adolesen) antara usia 9-13 tahun, pada masa ini biasa dikenal dengan masa pubertas, dan pada inilah setiap anak memiliki dorongan kuat untuk mengaktualisasikan diri menurut jenis kelamin untuk mendapatkan pengakuan sebagai penegasan identitas diri.
Dari sisi fisik masa remaja (12-19 tahun) sedang berada dalam masa pertumbuhan yang sangat cepat sekali. Mulai dari Suara, Badanpun ikut berubah menjadi tinggi dan besar, berubah menjadi seorang remaja. Produksi hormon seks meningkat sehingga timbul ciri-ciri seks sekunder, seperti timbulnya bulu-bulu pada tempat tertentu, pada ketiak, sekitar alat kelamin, kumis jenggot, jambang dan lain-lain.
Perubahan biologis lain pada anak laki-laki seperti bahu makin bidang, otot-ototnya mulai berkembang sehingga nampak gagah. dan Mulai mengalami "Noctural Emision" atau mimpi indah yang ditandai keluarnya sperma (air mani). Dan perubahan biologis pada anak wanita adalah mengalami masa menstruasi (haid). Pada tingkat ini anak wanita mulai kelihatan menarik dan cantik, dan mulai mengembangkan bahasa isyarat yang dapat menarik lawan jenisnya, seperti berhias, memakai gincu, berpakaian indah dan lain-lain daya pikat. Suaranya pun indah dan merdu merayu membuat sang lawan jenis tertarik untuk mendekatinya.
Nilai Negatif Pergaulan Remaja
Kata Ronggowarsito : " Di tengah zaman edan, yang beruntung adalah yang selalu ingat dan waspada." Ingat, bahwa masih ada kelanjutan kehidupan setelah datang kematian. Waspadalah terhadap godaan, karena itu setiap remaja harus mewaspadai perilaku negatif berikut:- Suka keluyuran,
- Bermalas-malasan,
- Ragu-ragu dan bimbang menjalani kehidupan,
- Kurang percaya dengan kemampuan dan potensi diri sendiri,
- Mementingkan bermain daripada belajar,
- Bersenda gurau berlebihan,
- Nonton TV berlebihan dan,
- Hura-hura (Suka begadang di tengah malam).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar