Rabu, 23 Desember 2015

Keuangan

Menghadapi Anak yang Gemar Berbelanja.

Anak balita sering menginginkan semua hal yang dilihatnya di lingkungan sekitar, misalnya karena melihat teman-temannya memilikinya, atau hasil nonton televisi. Berdasarkan Asosiasi Industri Mainan di Amerika, penjualan mainan anak bisa mencapai Rp 177.300 milyar pada tahun 2010. Anak-anak masa kini sudah lebih pandai menempatkan dirinya sebagai konsumen, dan anak-anak berusia 4-12 tahun bisa menghabiskan Rp 8 milyar dalam setahun untuk membeli makanan siap saji, pakaian, dan mainan.
Yang menjadi masalah adalah ketika anak merengek jika permintaannya tidak dipenuhi. Hal ini bisa menjadi sebuah dilema. Jika Anda terus menerus memenuhi semua kebutuhannya, anak akan menjadi manja dan Anda menghamburkan uang. Sedangkan jika tak dipenuhi maka rengekan bahkan tangisannya akan terus terdengar. Jadi, bagaimana cara menghadapi rengekan anak seperti ini?

Dampingi Ketika melihat Iklan.

Televisi merupakan salah satu penyebab mengapa anak-anak merengek tentang mainan dan meminta Anda membelikannya. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Anda membatasi waktu anak untuk menonton tayangan di TV. Namun, ini bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasinya, karena ada juga iklan yang bisa mendidik anak. Beri pengertian kepada anak, dan diskusikan baik-buruknya produk tersebut, agar anak bisa memilih dengan baik apa yang diingikannya.

Tidak Terpengaruhi Rengekan.

Waktu berbelanja bersama anak seringkali jadi saat yang kurang menyenangkan karena Anda harus mengeluarkan uang lebih untuk memenuhi keinginannya. Kini, begitu banyak toko dan restoran yang menjual paket makanan dan mainan yang bisa "menggoda" anak. Hal ini berakibat tak ada lagi tempat "aman" bagi orangtua untuk menghindari rengekan anak. Untuk mengatasinya, buat jadwal kapan Anda berbelanja tanpa anak-anak. Ketika cara ini pun tak bisa dilakukan, maka Anda harus berpegang teguh pada janji Anda untuk tak memenuhi keinginannya di luar daftar belanja. Ya, sekalipun karena itu anak jadi menangis.

Ajak Menabung.

 
 
  

Selasa, 22 Desember 2015

Healthy of Life

Anemia dan Cara Mengatasinya.

Anemia adalah penyakit darah yang sering ditemukan. Beberapa anemia memiliki penyakit dasarnya. Anemia bisa diklasifikasikan berdasarkan bentuk atau morfologi sel darah merah, etiologi yang mendasari, dan penampakan klinis. Penyebab anemia yang paling sering adalah pendarahan yang berlebihan, rusaknya sel darah merah secara berlebihan hemolisis atau kekurangan pembentukan sel darah merah (hematopoiesis yang tidak efektif). Kita bisa membayangkan, bahwa 1 dari 2 wanita indonesia masih menderita anemia dalam jangka waktu lama.Alhasil, dapat menyebabkan lemas, lesu, letih, mata berkunang-kunang dan wajah menjadi pucat.

Cara mengatasi Anemia :

  • Makanan yang mengandung zat besi 
  • Hindari minuman yang manis seperti kopi, teh, dan susu
  • Minum vitamin yang mengandung zat besi seperti sangobion
 


Jumat, 18 Desember 2015

Perbedaan Kalender 2015 dengan 2016

Kalender 2015 & 2016

Di sini kami akan membahas tentang sebuah kalender ini. Berikut ini disertai dengan gambar-gambarnya.




Dengan demikian, kalender ini memiliki perbedaan dari tahun 2015 dengan 2016 yang disertai dengan artis-artis tersebut yaitu nikita willy, putri titian, shelia dara, olivia, cut marissa, indah permatasari, cut meyriska, beby regita dll. Beberapa bulan yang dimiliki dalam tahun 2015 dan 2016 disesuaikan dengan tanggalnya. Kalo 2015 itu bulan februari terdiri dari 28 hari sedangkan, 2016 berjumlah 29 hari dalam satu bulan.